Pulau Jawa telah menjadi pusat kebudayaan dan kekuasaan politik sejak dahulu kala. Banyak orang-orang asing yang sebagian besar merupakan para pedagang dari India dan Asia Barat menghadirkan diri di Jawa. Kebudayaan asing itu kemudian berinteraksi dengan kebudayaan Jawa dan membentuk campuran karakteristik-karakteristik gaya hidup tradisional Jawa. Pada abad ke-16, bangsa Eropa, terutama Belanda, mendominasi aktivitas perdagangan di kepulauan ini bahkan berubah menjadi dominasi politik pada abad ke-18 yang dilanjutkan Inggris pada awal abad ke-19. Kolonialisme yang ada di Indonesia menjadikan Jawa sebagai pusat pemerintahan, kekuasaan politik, dan pusat kebudayaan dari pemerintah kolonial Hindia Belanda. Hal inilah banyak intelektual Eropa dan pejabat menaruh perhatian terhadap pulau Jawa, khususnya kerajaan Mataram di Jawa Tengah.